Wednesday, August 10, 2016

Siapa bilang Tlangoh minim Pendidikan?

Saat ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan dan memperluas pengetahuan setiap orang, terutama generasi muda. Setiap individu diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan memperdalam ilmu tersebut agar kelak bisa menjadi bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Dengan adanya perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah secara signifikan, hal ini dapat menimbulkan banyak perubahan pola pikir pendidik. Misalnya dari pola pikir yang awam atau jadul dan kaku menjadi lebih modern. Hal ini sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Tujuan pendidikan sendiri adalah untuk menciptakan seorang pribadi atau generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas ke depan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di berbagai lingkungan. Hal ini disebabkan karena pendidikan dapat memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Untuk mencapai semua itu, kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di sekolah saja, akan tetapi dapat juga dilakukan di luar sekolah, misalnya mengikuti les private, kursus atau bimbel (Bimbingan Belajar).

Sebagaimana kita ketahui les private merupakan suatu kegiatan belajar di luar jam sekolah dimana seorang siswa dan guru berhadapan secara langsung “face to face” dalam suatu pertemuan dengan mempelajari pelajaran tertentu. Biasanya les ini bersifat pribadi one on one. Sedangkan kursus atau bimbel merupakan tempat khusus untuk melatih skill. Kegiatan ini sangat cocok bagi siswa yang membutuhkan waktu tambahan di luar jam pelajaran sekolah yang mana hal ini dititik beratkan pada soal-soal. Selain itu, kursus hanya fokus pada suatu skill, seperti bahasa Inggris, matematika, komputer, tata boga, dll.
Kegiatan kursus atau les private ini sangat penting dilakukan bagi siswa, yang tidak hanya tinggal di daerah perkotaan, tapi juga di daerah pedesaan. Sering kali kita jumpai, banyak desa yang masih minim pendidikan. Hal ini tidak hanya disebabkan karena kurangnya tenaga pendidik atau pengajar, akan tetapi juga kurangnya semangat atau minat anak usia sekolah untuk belajar, seperti halnya di Madura, tepatnya di desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Di desa Tlangoh jarang ada kegiatan les ataupun bimbel untuk para siswa bahkan tidak ada, sehingga kami kelompok KKN 37 Universitas Trunojoyo Madura ingin membangkitkan semangat anak-anak desa Tlangoh dengan memberikan les privat atau bimbel secara gratis. Kegiatan ini dilaksanakan seminggu 3 kali yang bertempat di Pondok Pesantren Kyai Hafifi. Les privat ini dimulai jam 16.00 sampai 17.00 WIB. Selama les ini berlangsung, banyak anak-anak desa Tlangoh yang antusias mengikuti kegiatan ini.. Terutama dari siswa SD kelas 1 sampai kelas 6 serta dari TK. Mata pelajaran yang diberikan yaitu pelajaran-pelajaran yang dirasa sulit oleh siswa SD khususnya di desa Tlangoh. Mata pelajaran yang diberikan setiap pertemuan les berbeda-beda mulai dari matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk TK, pelajaran yang diberikan yaitu mengenal huruf, angka, dan bernyanyi.

Dari ketiga mata pelajaran tersebut, bahasa Inggris merupakan mata pelajaran urutan pertama yang sulit untuk ditempuh oleh siswa sekolah dasar. Apalagi yang tinggalnya di desa. Di tempat les, banyak dari teman-teman KKN yang menjumpai siswa belum bisa melafalkan angka dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar, terutama siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional. Tidak hanya itu, berbahasa Indonesia saja mereka masih sangat lemah dan belum fasih. Walaupun mereka di sekolah telah mempelajari dan menggunakan bahasa tersebut, namun setelah di luar sekolah mereka tidak lagi mengaplikasikannya. Mereka lebih sering menggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa Madura.
Selain itu, matematika juga merupakan mata pelajaran yang terbilang sulit bagi siswa SD desa Tlangoh. Banyak siswa yang belum bisa berhitung terutama perkalian. Hampir sebagian dari siswa SD Tlangoh hanya bisa menghitung sebagian dari perkalian 1 sampai 10.
Tujuan diadakannnya les atau bimbel ini adalah untuk mendorong semangat belajar siswa, membuat mereka lebih baik dan aktif dalam belajar. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan ini dapat menciptakan pergaulan yang bersifat posistif terhadap sesama, dapat mengembangkan dan meningkatkan skill atau minat yang dimiliki oleh siswa.

0 komentar:

Post a Comment