Tlangoh Desa Kecil Namun Dikenal Besar

Tlangoh Desa Kecil Namun Dikenal Besar

Desa Tlangoh merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Tanjung Bumi yaitu daerah timur laut dari kota Bangkalan. Desa dengan berpenduduk sebagai petani ini memiliki 4 dusun yaitu dusun Mandala, dusun Pakerengan, dusun Pandiyan dan dusun Temana. Penduduk dusun Mandala dan dusun Pandiyan rata-rata memilih untuk bercocok tanam sedangkan 2 dusun lainnya (Pakerengan dan Temana) mayoritas memilih menjadi petani garam, nelayan dan pembuat terasi.
Meskipun jumlah dusun dan penduduknya sedikit serta cara hidupnya sederhana, bukan berarti desa Tlangoh tidak dikenal. Desa Tlangoh sudah masuk ke telinga penduduk Madura dan Jawa. Hal ini dikarenakan desa Tlangoh merupakan daerah penghasil terasi yang dijamin keasliannya. Terasi Tlangoh sangat isimewa karena proses pembuatannya murni dibuat dengan udang pilihan tanpa campuran apapun.
Penduduk desa Tlangoh perlu diacungi jempol oleh penduduk desa lainnya. Karena desa ini bernuansa islami. Masyarakat sangat antusias ketika ada acara religi seperti pengajian, yasinan dan shalawat nabi atau masyarakat daerah ini menyebutnya srakalan. Dalam satu pekan ada sekitar 3 malan yang digunakan oleh bapak-bapak untuk melaksanakan pengajian di rumah warga yang diadakan secara bergantian. Bahkan Muyaki selaku Kepala Desa sangat mendukung kegiatan ini. Ibu-ibu pun tidak ingin kalah, mereka juga mengadakan pengajian yang sama halnya dengan kaum laki-laki. Dan yang lebih istimewanya golongan ini diadakan oleh ibu-ibu PKK. Semoga masyarakat desa ini digolongkan dengan golongan penghuni surga.
Pendidikan desa Tlangoh mulai berkembang dengan adanya beberapa sekolah seperti TK-SDN Tlangoh dan MTs-MA Ad-Dasuqi. Sehingga masyarakat sekitar bisa menikmai indahnya pendidikan yang bisa menunjang mereka untuk meraih masa depan mereka yang lebih baik. Namun, minimnya pendidikan dari orang tua dan pendapatan warga yang tergolong menengah ke bawah, maka tidak sedikit pelajar desa ini putus sekolah. Bagi remaja laki-laki memilih merantau untuk mencari pekerjaan dan bagi remaja wanita mayoritas dinikahkan. Sehingga perlu perhatian sosial dan pembenahan pendidikan yang khusus untuk daerah ini agar adat awan seperti ini tidak berkelanjutan lagi.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Ach Yasir Rofiqi, Published at 3:51 PM and have 0 comments